Kuota Solar SPBN Akuni Minim, Pemkab Konawe Selatan Minta Pertamina Lakukan Penambahan

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 20:02 112 radarkendari.id

KONAWE SELATAN – Ratusan nelayan di wilayah kerja Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) Akuni, Konawe Selatan (Konsel), mengeluhkan minimnya alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.

Pasokan yang tersedia saat ini dinilai jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan melaut mereka.

Kepala Dinas Perikanan Konawe Selatan, Wayan Darma, mengungkapkan bahwa berdasarkan data rekomendasi yang telah dikeluarkan instansinya, terdapat sekitar 600 nelayan yang menggantungkan hidupnya pada pasokan solar di SPBN Akuni. Namun, kuota yang tersedia saat ini dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan di lapangan.

“Kuotanya itu kalau tidak salah baru sekitar 16,8 KL (Kiloliter). Sangat kurang sekali kalau dihitung dengan jumlah rekomendasi yang ada,” ujar Wayan Darma, Jumat (05/06/2026).

Wayan menjelaskan, dalam kondisi normal satu nelayan biasanya bisa mendapatkan jatah rekomendasi sekitar 20 hingga 25 liter solar per hari.

Penentuan jumlah ini bergantung pada besar kecilnya kapasitas mesin kapal yang digunakan. Surat rekomendasi tersebut umumnya diterbitkan untuk pemakaian per tiga bulan.

Namun, akibat keterbatasan kuota di SPBN, jatah harian para nelayan terpaksa dipangkas secara signifikan.

Berdasarkan laporan dan informasi yang diterima dari masyarakat nelayan, pasokan yang mereka bawa pulang merosot tajam.

“Yang tadinya 20 liter, sekarang ada yang sisa 15 liter, bahkan ada yang hanya dapat 10 liter,” ungkap Wayan.

Kondisi ini kian menyulitkan karena kebutuhan solar nelayan sangat bergantung pada frekuensi mereka melaut.

Semakin sering nelayan turun ke laut, maka konsumsi bahan bakar akan semakin cepat habis sebelum masa berlaku rekomendasi tiga bulan tersebut berakhir.

Menyikapi jeritan para nelayan, Pemerintah Daerah Konawe Selatan bergerak cepat. Wayan Darma menyampaikan bahwa Bupati Konawe Selatan telah melayangkan usulan resmi kepada pihak Pertamina untuk meminta penambahan kuota BBM subsidi, khususnya bagi SPBN Akuni.

“Sudah ada usulan penambahan kuota untuk SPBN Akuni, langsung dari Pak Bupati,” pungkasnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat segera direspons positif oleh pihak Pertamina agar aktivitas melaut para nelayan di wilayah Akuni bisa kembali berjalan optimal tanpa bayang-bayang kelangkaan bahan bakar.

Sebelumnya, Daeng Aco, seorang nelayan di Desa Torokeku Akuni Konsel, mengaku sudah beberapa pekan terakhir kesulitan mendapatkan BBM untuk melaut. Padahal, hasil tangkapan ikan menjadi satu-satunya sumber nafkah keluarganya.

“Kalau tidak ada solar, kami tidak bisa pergi cari ikan. Jadi apa mi (bahasa setempat) yang mau di makan? Mau makan apa mi anak-anakku? Sekarang kami hanya bisa berharap ada bantuan karena susah solar,” ucapnya lirih, Rabu (13/05/2026).

Ia mengaku kondisi ini membuat banyak nelayan hidup dalam ketakutan karena terancam tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Bahkan, beberapa keluarga nelayan mulai berutang demi membeli beras dan kebutuhan pokok. “Kadang kami cuma makan seadanya. Penghasilan tidak ada karena perahu tidak jalan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi pihak Pertamina untuk mendapatkan penjelasan resmi.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA