
Suasana penyuluhan Indeks Desa Membangun di Kencamatan Ranomeeto, pada Selasa (17/09/2024)
RADARKENDARI.ID-Dengan konsep sederhana namun penuh makna, penyuluhan Indeks Desa Membangun (IDM) sukses digelar di Kantor Camat Ranomeeto. Meski dilaksanakan di tempat yang sederhana, kegiatan ini terasa istimewa karena mencakup peserta dari berbagai wilayah, bahkan lintas provinsi.
Acara yang diinisiasi Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) ini berlangsung secara hybrid, melibatkan kepala desa dari Kecamatan Ranomeeto serta peserta daring dari Desa Uiasa dan Desa Hansisi, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa (17/09/2024).

Tangkapan layar pelaksanaan penyuluhan Indeks Desa Membangun di Kecamatan Ranomeeto yang digelar secara daring, pada Selasa (17/09/2024)
Dimulai pukul 13.30 WITA, acara dibuka dengan kata pengantar dari Dr. La Ode Suriadi, SE., M.Si., Ketua Tim Penyuluhan sekaligus perwakilan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Halu Oleo (FEB UHO). Dalam sambutannya, ia menyoroti peran strategis perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui implementasi Tridharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Camat Ranomeeto, Alimun, S.Ag., M.Si., turut memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam pidatonya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif FEB UHO melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM).
“Kami menyambut baik kegiatan penyuluhan IDM ini. Semoga mampu memberikan manfaat nyata bagi para kepala desa dalam memahami dan memanfaatkan data IDM untuk pembangunan desa,” ungkap Alimun.
Penyuluhan ini bertujuan membekali para kepala desa dengan pemahaman mendalam tentang cara membaca, memahami, dan menggunakan data IDM yang dipublikasikan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT). Sebagai narasumber utama, Dr. Tajuddin, SE., M.Si., menjelaskan pentingnya data IDM sebagai pijakan dalam perencanaan pembangunan desa.
Kegiatan ini juga menjadi forum diskusi yang interaktif, memberikan ruang bagi para peserta untuk berbagi gagasan dan pandangan. Diskusi ini diharapkan mampu mendorong kolaborasi antar kepala desa dalam mengoptimalkan penggunaan data IDM.
Penyuluhan ini dihadiri oleh perwakilan dari sembilan desa di Kecamatan Ranomeeto, staf kecamatan, serta peserta daring dari luar daerah. Selain itu, tim penyuluhan melibatkan akademisi dari FEB UHO, yaitu Dr. La Ode Suriadi, SE., M.Si., Dr. Tajuddin, SE., M.Si., dan Dr. Nur Asizah, SE., M.Si., serta Novi Theresia Kiak, SE., M.SE., dari Universitas Nusa Cendana, Kupang.
Acara berlangsung hingga pukul 16.00 WITA dan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Sesi ini menjadi wadah bertukar pandangan, menguatkan komitmen peserta untuk mengaplikasikan hasil penyuluhan dalam penyusunan kebijakan pembangunan desa.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan para kepala desa dapat memahami pentingnya data IDM sebagai acuan dalam pengambilan keputusan strategis. Dengan pemanfaatan data yang lebih baik, desa-desa di Kecamatan Ranomeeto dan wilayah lainnya di Indonesia dapat meningkatkan efektivitas program pembangunan desa, mempercepat kemajuan, serta mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. (adm)
Tidak ada komentar