Perkuat Nalar Kritis Mahasiswa, HIMABSI UNILAKI Gelar Seminar Peran Bahasa di Media

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 18:43 220 radarkendari.id

RADARKENDARI.ID – Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia (HIMABSI) Universitas Lakidende (UNILAKI) sukses menyelenggarakan Seminar Literasi bertajuk “Peran Bahasa dalam Pembentukan Citra Media”.

Acara yang berlangsung pada Kamis (22/1/2026) di Aula Ahmad Sarita ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai jurusan di lingkungan kampus.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang akademik untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Ketua HIMABSI UNILAKI, Susan Safa Januari, menegaskan bahwa seminar ini merupakan langkah nyata organisasi dalam meningkatkan kapasitas literasi mahasiswa.

“Perkembangan informasi yang begitu cepat menuntut kita untuk memiliki kemampuan memahami media secara kritis. Kami ingin mahasiswa mampu membedakan fakta, opini, dan hoaks dengan melihat informasi dari berbagai sudut pandang,” ujar Susan dalam sambutannya.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidangnya untuk memberikan perspektif dari sisi industri dan akademis:

* Adhi Yaksa Pratama, S.H. (Ketua JMSI Sulawesi Tenggara) Membawakan materi “Strategi Bahasa Pemberitaan dalam Membangun Kredibilitas dan Kepercayaan Publik”.

Ia menekankan bahwa penggunaan bahasa yang tepat, berimbang, dan patuh pada etika jurnalistik adalah kunci utama agar media mendapatkan kepercayaan masyarakat.

* Dr. Anas, S.Ag., M.Pd. (Dekan FKIP UNILAKI) Membahas materi “Bahasa sebagai Konstruksi Realitas dan Citra Media”.

Dr. Anas menjelaskan bagaimana media menggunakan bahasa untuk membentuk realitas sosial dan memengaruhi persepsi publik terhadap suatu peristiwa.

Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, tetapi menjadi agen kritis yang mampu menyikapi pemberitaan media secara cerdas, objektif, dan bertanggung jawab.

HIMABSI UNILAKI berharap kesadaran literasi yang terbangun dapat menjadi fondasi kuat bagi mahasiswa dalam menghadapi dinamika informasi di era digital, sekaligus mempertegas peran mereka sebagai intelektual muda yang peka terhadap konstruksi bahasa di ruang publik.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA