Foto bersama usai Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengendalian Harga dan Mutu Beras Provinsi Sultra Tahun 2025 yang digelar Polda Sultra dan Bapanas RI di Kota Kendari. RADARKENDARI.ID — Demi menjamin stabilitas harga dan mutu komoditas beras menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) berkolaborasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggelar Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Pengendalian Harga dan Mutu Beras Provinsi Sultra Tahun 2025.
Rapat koordinasi strategis ini dilaksanakan di Aula Dhacara Polda Sultra pada Kamis (11/12/2025), dimulai pukul 13.30 WITA.
Pertemuan ini menjadi langkah antisipatif untuk mencegah gejolak harga serta peredaran beras berkualitas rendah di pasaran.
Acara dihadiri langsung oleh pejabat dari Bapanas, yaitu Brigjen Pol Hermawan, S.I.K., M.M., selaku Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan, dan Apriyanto Dwi Nugroho sebagai Ketua Tim Pengawas Bapanas.
Kegiatan ini turut menghadirkan seluruh pemangku kepentingan daerah yang vital dalam rantai pasok pangan, termasuk Kepala Divisi Regional (Kadivre) Bulog Wilayah Sultra, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sultra, serta para Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Kadis Ketapang) dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) dari seluruh kabupaten/kota se-Sultra.
Dari jajaran Kepolisian, penguatan pengawasan ditekankan dengan kehadiran para Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres jajaran Polda Sultra, serta Kepala Unit Tindak Pidana Tertentu (Kanit Tipidter) yang merupakan garda terdepan dalam penindakan di lapangan.
Menurut AKBP Didik Erfianto, S.I.K., M.H., pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan langkah strategis antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat penegak hukum (APH) dalam memantau dan mengintervensi pasar.
Ia menambahkan bahwa fokus utama pengawasan adalah untuk mencegah praktik penimbunan, kartel, atau peredaran beras di bawah standar mutu yang dapat merugikan masyarakat menjelang periode hari natal dan tahun baru.
“Sinergi ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok dan harga beras tetap stabil serta terjangkau bagi masyarakat Sulawesi Tenggara,” pungkasnya.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar