SMAN 11 Kendari menyoroti dampak pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. KENDARI – Wakil Kepala Sekolah SMA Negeri 11 Kendari, Laode Sidi, menyoroti dampak pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat di era Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Ia menilai program tersebut menambah beban guru di tengah keterbatasan anggaran sekolah, Kamis (23/4/2026).
Menurut Laode Sidi, hingga saat ini pihak sekolah belum memiliki dukungan anggaran yang memadai untuk menunjang kegiatan ekstrakurikuler siswa.
Ia menyebut, baik dari anggaran OSIS maupun komite sekolah, tidak tersedia alokasi dana untuk kegiatan tersebut.
“Anggaran untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa tidak ada, baik dari OSIS maupun komite. Padahal, itu sangat penting untuk menunjang minat dan bakat siswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, tanpa dukungan anggaran, sejumlah kegiatan pengembangan diri siswa menjadi terhambat dan tidak berjalan optimal.
Selain itu, Laode Sidi mengungkapkan, sejumlah permasalahan di lingkungan sekolah yang seharusnya dapat ditangani menggunakan anggaran, terpaksa diselesaikan secara swadaya oleh guru dan siswa.
“Beberapa hal yang seharusnya bisa ditangani dengan anggaran, kami lakukan kerja bakti karena tidak ada dana. Seperti saat ada pohon tumbang, saya bersama guru dan siswa turun langsung membersihkannya,” jelasnya.
Di tempat yang sama, seorang guru di SMAN 11 Kendari yang enggan disebutkan namanya juga mengungkapkan hal serupa. Ia menilai program MBG memiliki tujuan baik, namun di sisi lain menambah beban kerja guru.
“Program MBG memang baik, tetapi di sisi lain menambah beban guru. Sementara itu, anggaran untuk mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa tidak ada,” ujarnya.
Pihak sekolah berharap ke depan ada perhatian dari pemerintah dan pemangku kebijakan agar kebutuhan anggaran pendidikan, khususnya untuk kegiatan ekstrakurikuler, dapat terpenuhi sehingga proses pembinaan siswa berjalan maksimal.
Penulis : Jaldin / La Ode Idris Syaputra
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar