Wakapolri Dorong Brimob Bertransformasi: Siap Hadapi Ancaman Hybrid hingga Target Kelas Dunia

waktu baca 2 menit
Jumat, 24 Apr 2026 11:13 40 radarkendari.id

Depok – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Dedi Prasetyo, mendorong Korps Brigade Mobil (Korbrimob) Polri untuk terus meningkatkan kapabilitas, profesionalisme, serta modernisasi satuan dalam menghadapi tantangan keamanan yang kian kompleks.

Arahan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Korbrimob Polri Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Dankorbrimob Polri Ramdani Hidayat, Wadankorbrimob Polri Reza Arief Dewanto, serta jajaran pejabat utama dan Dansat Brimob dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakapolri menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja Korbrimob sepanjang 2025.

Sejumlah capaian strategis dinilai membanggakan, mulai dari keberhasilan Operasi Damai Cartenz, prestasi di ajang World Police & Fire Games, hingga penghargaan Kompolnas Award sebagai satuan kerja Mabes Polri terbaik.

Menurutnya, tantangan ke depan tidak lagi konvensional. Ancaman keamanan kini berkembang ke arah hybrid, memadukan gangguan fisik dengan serangan digital, provokasi di ruang siber, hingga disinformasi.

Karena itu, peningkatan kualitas personel, penguatan sistem, serta strategi adaptif menjadi keharusan.

“Brimob harus mampu membaca perubahan zaman dan merespons dengan cepat serta tepat. Kapabilitas tidak hanya fisik, tetapi juga intelektual dan teknologi,” tegasnya.

Dalam aspek pelayanan, Wakapolri menekankan perubahan paradigma melalui prinsip “Melayani, Bukan Menghadapi”. Ia berharap Brimob hadir sebagai pelindung dan pengayom yang mampu memberikan rasa aman yang humanis dan menenangkan bagi masyarakat.

Selain itu, penguatan tugas berbasis riset juga menjadi perhatian. Polri mendorong pembentukan pusat studi kepolisian yang terintegrasi dengan ekosistem akademik untuk meningkatkan kemampuan analisis terhadap ancaman asimetris.

Di sisi lain, pemanfaatan teknologi modern menjadi fokus utama, seperti penggunaan kecerdasan buatan (AI), drone surveillance, hingga body-worn camera. Teknologi ini dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus meminimalkan potensi kesalahan prosedur di lapangan.

Wakapolri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama ancaman kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau. Ia menegaskan kesiapan personel dan alutsista SAR harus selalu optimal demi respons cepat dalam melindungi masyarakat.

Sebagai arah strategis, Wakapolri memaparkan roadmap transformasi Korbrimob yang terbagi dalam tiga fase, yakni pembangunan fondasi, penguatan kapabilitas, hingga pencapaian standar kelas dunia, baik di domain fisik maupun siber.

Menutup arahannya, ia menegaskan bahwa kekuatan pasukan harus diimbangi dengan sistem yang solid dan kualitas personel yang unggul serta humanis.

“Jumlah personel tidak cukup tanpa sistem yang kuat dan strategi yang tepat. Brimob harus menjadi satuan modern, adaptif, dan terpercaya,” pungkasnya.

Melalui transformasi ini, Polri berkomitmen memperkuat Korbrimob sebagai garda terdepan yang selalu hadir memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA