Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga (APW) mendesak pemerintah segera turun tangan mengatasi polemik Proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka. RADARKENDARI.ID – Proyek penimbunan Lapangan Mokole So’u di Kecamatan Watubangga, Kabupaten Kolaka, menuai sorotan tajam dari kalangan pemuda.
Pengerjaan yang dinilai jauh dari standar memicu gelombang protes dan mendorong Aliansi Pemuda Kecamatan Watubangga (APW) mendesak pemerintah segera turun tangan.
Dalam aksi yang digelar Senin (30/3/2026), ratusan massa dari berbagai elemen pemuda berkumpul untuk menyuarakan kekecewaan terhadap kualitas proyek yang dianggap “asal jadi”.
Lapangan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas olahraga masyarakat itu justru dikhawatirkan gagal fungsi.
APW menilai material timbunan yang digunakan tidak sesuai standar, cenderung berlumpur, serta minimnya perhatian terhadap sistem drainase. Kondisi ini berpotensi membuat lapangan berubah menjadi genangan air saat musim hujan.
Koordinator APW, Haikal Saym, menegaskan bahwa proyek yang menggunakan anggaran daerah hampir setengah miliar rupiah itu tidak boleh dikerjakan secara sembarangan.
“Pembangunan sarana publik itu untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya pihak tertentu dengan kualitas yang cacat. Kami tidak akan tinggal diam melihat uang rakyat dihamburkan,” tegasnya.
Senada, Ketua Karang Taruna Watubangga, Rahmad Hidayat, meminta pemerintah kecamatan tidak tinggal diam dan segera memfasilitasi pertemuan antara pemuda dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka.
“Kami hanya meminta camat menjadi jembatan agar kami bisa bertemu dengan Bupati Kolaka dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga. Ini soal kepentingan masyarakat luas,” ujarnya.
Kekecewaan semakin memuncak lantaran Camat Watubangga dinilai lamban merespons aspirasi warga. Sikap tersebut dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap pelayanan publik.
Aksi demonstrasi akhirnya menghasilkan kesepakatan. Camat Watubangga bersama perwakilan APW menandatangani surat pernyataan yang berisi komitmen untuk mengirimkan permohonan audiensi kepada Bupati Kolaka dan Dinas Pemuda dan Olahraga dalam waktu maksimal tiga hari kerja.
Meski demikian, APW menegaskan akan terus mengawal komitmen tersebut. Jika tuntutan tidak dipenuhi, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar, bahkan menyatakan mosi tidak percaya kepada pemerintah kecamatan.
Pemuda Watubangga berharap pembangunan Lapangan Mokole So’u dapat diperbaiki sesuai standar, sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, bukan menjadi simbol kegagalan proyek daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi Pemerintah Kecamatan Watubangga Kolaka untuk mendapatkan hak jawab (klarifikasi) atas pemberitaan ini.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar