Puluhan Siswa SMA Negeri 20 Konawe Dilarikan ke RS, Diduga Usai Santap MBG

waktu baca 2 menit
Jumat, 25 Sep 2026 12:12 20 redaksi

RADAR KENDARI — Puluhan siswa SMA Negeri 20 Konawe, Sulawesi Tenggara, dilarikan ke RSUD Konawe setelah mengalami keluhan kesehatan diduga usai menyantap makanan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (24/9/2026).

Makanan MBG tersebut didistribusikan oleh salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara.

Kepala SMA Negeri 20 Konawe, Agustan, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan lebih dari 30 siswa telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Untuk siswa yang dilarikan ke rumah sakit sekitar 30 lebih siswa,” kata Agustan saat dikonfirmasi Sultra Klik, Kamis (24/9/2026).

Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa tersebut.

Sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari RSUD Konawe untuk mengetahui apakah kondisi tersebut berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi.

“Hingga saat ini kami masih menunggu hasil dari laboratorium di rumah sakit,” ujarnya.

Sementara itu, kepolisian turut melakukan pendataan dan penyelidikan terkait peristiwa tersebut. Polisi masih mengumpulkan informasi untuk memastikan jumlah siswa yang mengalami keluhan serta kronologi kejadian.

Perwakilan Kepolisian di Konawe, Jefri mengatakan, seluruh siswa yang mengalami dugaan keracunan telah dibawa ke RSUD Konawe untuk mendapatkan perawatan medis.

“Para korban semua sudah dilarikan ke RSUD Konawe untuk dilakukan perawatan,” ujarnya.

Menurut Jefri, polisi masih melakukan pendataan terhadap para siswa yang diduga mengalami keracunan. Penyelidikan juga dilakukan untuk mengungkap fakta-fakta terkait kejadian tersebut.

“Kami masih lakukan penyelidikan untuk mengungkap fakta-fakta terkait peristiwa ini,” katanya.

Ia menambahkan, informasi mengenai jumlah siswa yang mengalami keluhan maupun kondisi mereka akan disampaikan setelah proses pendataan selesai.

Sementara itu, penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak rumah sakit.

“Untuk sementara kami masih melakukan pendataan, akan kami sampaikan lagi,” tutupnya.

Penulis : Arif Wicaksono
Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA