Merespon aduan warga, petugas peternakan di Tobimeita melaksanakan penyemprotan secara rutin dirumah warga terdampak. RADARKENDARI.ID – Menanggapi keluhan masyarakat terkait meningkatnya populasi lalat di wilayah Kelurahan Tobimeita, Saenuddin, pemilik peternakan ayam setempat, bergerak cepat melakukan langkah-langkah penanganan intensif.

Pihak peternakan memastikan lalat di Kawasan Tobimeita bisa ditangani atas pendampingan Distan Kota Kendari.
Tidak bekerja sendiri, pihak peternakan menggandeng Dinas Pertanian Kota Kendari, pihak Kecamatan, Kelurahan, hingga UPTD Peternakan untuk memastikan solusi yang diambil tepat sasaran.
Berdasarkan hasil pertemuan dengan berbagai pihak terkait, Saenuddin menegaskan telah menjalankan empat dari tiga rekomendasi utama untuk menekan dampak lingkungan dari aktivitas peternakannya.
Sejauh ini, pihak peternakan telah melakukan upaya maksimal yang meliputi:
Selain penanganan jangka pendek, Saenuddin juga tengah menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengelolaan limbah kotoran hewan (kohe). Saat ini, pihak peternakan sedang membangun “Saung Pengolahan Kohe”.
“Kami sedang melakukan penimbunan untuk membuat rumah pengolahan kotoran hewan. Tujuannya agar limbah ini bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat,” ujar Saenuddin.

Tidak hanya di luar kandang, petugas Peternakan Ayam Tobimeita juga aktif melaksanakan penyemprotan pencegahan lalat di Kawasan Peternakan secara rutin dan dalam pengawasan Distan Kendari.
Menariknya, hasil olahan pupuk ini nantinya akan diberikan secara gratis kepada warga sekitar yang membutuhkan.
Di balik tantangan lingkungan yang ada, peternakan ini juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi warga Tobimeita.
Saenuddin mengungkapkan bahwa seluruh tenaga kerja di kandangnya diambil dari warga lokal.
Selain itu, keberadaan pupuk gratis diharapkan dapat membantu produktivitas pertanian warga setempat.
Saenuddin berharap masyarakat dapat terus menjalin komunikasi yang baik jika terdapat kendala di lapangan.
“Mari kita berlomba dalam kebaikan, termasuk dalam bisnis. Jika ada masalah, mari kita diskusikan solusi terbaiknya agar ekonomi tetap berjalan dan lingkungan tetap terjaga,” pungkasnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar