Terapkan Sistem Closed House, Salah Satu Pemilik Kandang Ayam Potong di Moramo Utara Pastikan Wabah Lalat Bukan Dari Kandang

waktu baca 2 menit
Kamis, 28 Mei 2026 23:06 36 radarkendari.id

KENDARI — Menyikapi keluhan warga di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, terkait peningkatan populasi lalat yang meresahkan dalam beberapa hari terakhir, salah satu pemilik kandang ayam potong di wilayah tersebut, Jasmin, memberikan klarifikasi langsung mengenai kondisi operasional usahanya.

Dalam konfirmasinya, Jasmin menekankan bahwa kandang ayam miliknya yang berada di Desa Lalowaru dibangun dengan sistem modern dan telah memenuhi standar pengelolaan lingkungan yang ketat.

Menanggapi aspirasi warga, Jasmin meluruskan informasi mengenai keberadaan peternakan di wilayah tersebut.

Ia menjelaskan bahwa meskipun ia merupakan satu-satunya pemilik kandang di Desa Lalowaru, masyarakat juga harus mengetahui bahwa terdapat kandang ayam lain di desa tetangga.

“Yang punya kandang di Lalowaru cuma saya, tapi harus diketahui pak ada tetangga desa juga punya kandang. Bahkan mereka menggunakan sistem kandang terbuka (open house), sedangkan kandang saya ini sudah menggunakan sistem tertutup (close house),” ujar Jasmin, Kamis (28/05/2026).

Lebih lanjut, Jasmin mengedukasi bahwa sistem close house yang diterapkannya memiliki manajemen kebersihan dan sirkulasi udara yang jauh lebih terkontrol, sehingga potensi memicu munculnya hama sangat minim.

“Seharusnya, kalau mau bicara potensi, lebih banyak lalat di kandang yang sistemnya open(terbuka),” tambahnya.

Sebagai bukti bahwa operasional peternakannya ramah lingkungan dan dikelola secara profesional, Jasmin membeberkan bahwa kandangnya kerap kali dijadikan rujukan sebagai tempat belajar dan penelitian oleh lembaga pendidikan formal.

Selama ini, peternakan miliknya menjadi lokasi resmi Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) hingga mahasiswa dari perguruan tinggi negeri di Sulawesi Tenggara.

“Bahkan kandang saya itu sudah meloloskan anak SMK untuk PKL di sini, entah sudah berapa kali. Dari Universitas Halu Oleo (UHO) juga sudah berapa kali mereka melakukan PKL di sini,” tegas Jasmin.

Jasmin menyatakan dirinya sangat terbuka dan tidak keberatan jika pihak pemerintah setempat, baik Camat maupun Lurah, ingin turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi kandangnya.

Ia yakin, pemeriksaan langsung akan membuktikan bahwa pengelolaan limbah dan lingkungan di kandang tertutup miliknya sudah berjalan dengan sangat baik dan tidak menjadi sumber masalah seperti yang dikeluhkan warga.

Pihak redaksi saat ini juga tengah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat untuk menjadwalkan peninjauan bersama guna meluruskan simpang siur informasi ini, sekaligus mencari tahu faktor utama penyebab melonjaknya populasi lalat di pemukiman warga.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA