Respons Keluhan Pasien, Kepala Puskesmas Kandai Siap Evaluasi Pelayanan

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 18:05 467 radarkendari.id

KENDARI – Kepala Puskesmas Kandai, La Ode Muhammad Arsan, memberikan klarifikasi terkait keluhan salah seorang warga mengenai pelayanan di Unit Gawat Darurat (UGD) yang sempat beredar.

Menurutnya, insiden tersebut murni merupakan miskomunikasi dan ketidakpahaman pasien mengenai alur prosedur layanan medis.

Arsan menjelaskan bahwa begitu mendengar informasi tersebut, pihaknya langsung bergerak cepat menghubungi ibu korban—yang diidentifikasi bernama Ibu Kartika—untuk mencari tahu kronologi kejadian yang sebenarnya dari sisi pasien.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan konfirmasi dengan petugas medis di UGD, Ibu Kartika datang ke puskesmas di antara pukul 09.00 hingga 10.00 WITA. Waktu tersebut merupakan jam pelayanan reguler puskesmas.

Setelah diperiksa oleh petugas, pasien mengungkapkan bahwa dirinya pasien faskes Puskesmas Mata. Petugas medis kemudian menyarankan agar pasien mendapatkan penanganan di fasilitas kesehatan (faskes) Puskesmas tersebut.

“Petugas medis di UGD melihat lukanya, memang ada sayatan kecil. Namun, menurut penilaian klinis teman-teman di UGD, kondisi tersebut belum masuk dalam kategori gawat darurat (emergency),” ujar La Ode Muhammad Arsan, Kamis (21/05/2026).

Oleh karena itu, pihak puskesmas mengarahkan pasien ke Puskesmas Mata mengingat saat itu masih dalam jam pelayanan puskesmas.

Evaluasi Internal dan Komitmen Pelayanan

Meski ada penilaian klinis dari petugas, Arsan menegaskan kepada jajarannya bahwa pelayanan kepada masyarakat harus tetap diutamakan dan tidak boleh abai.

Ia menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi besar untuk meningkatkan mutu pelayanan di Puskesmas Kandai ke depannya.

Ia juga menyayangkan selama ini keluhan sering kali beredar dari mulut ke mulut tanpa adanya konfirmasi langsung ke pihak manajemen puskesmas, sehingga memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Untuk itu, Arsan telah mengimbau langsung Ibu Kartika agar segera menghubungi dirinya secara pribadi jika di kemudian hari menghadapi kendala pelayanan.

Ia berkomitmen untuk memediasi dan mempertemukan pasien secara langsung dengan petugas terkait guna mendapatkan kejelasan yang transparan.

“Saya ingin meluruskan bahwa ini adalah masalah proses alur pelayanan yang mungkin belum dipahami sepenuhnya oleh pasien, sehingga menimbulkan salah paham. Kami siap memberikan klarifikasi dan terus berbenah demi pelayanan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Arsan.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA