Wali Kota Siska Karina Imran Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kendari

waktu baca 2 menit
Senin, 1 Jun 2026 15:41 218 redaksi

KENDARI – Semangat kebangsaan yang kuat mewarnai Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Kendari yang digelar di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Senin (1/6/2026).

Momentum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai luhur Pancasila di tengah berbagai tantangan zaman.

Dalam upacara khidmat tersebut, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, dipercaya mengemban tugas sebagai Komandan Upacara.

Ada yang menarik dalam prosesi upacara tahun ini. Formasi pasukan pengibar bendera dirancang secara khusus untuk merepresentasikan lima sila Pancasila:

  • Barisan Terdepan: Diisi oleh Kelompok Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab yang bertindak sebagai pemandu dan pengiring pasukan.
  • Barisan Tengah: Kelompok Persatuan Indonesia yang membawa duplikat bendera pusaka Merah Putih sebagai simbol utama persatuan bangsa.
  • Barisan Pengawal: Kelompok Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan serta Kelompok Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang menjalankan peran simbolis sebagai pengawal kehormatan.

Susunan formasi ini menggambarkan secara visual bagaimana persatuan bangsa Indonesia dirajut oleh nilai-nilai Pancasila dan dijaga dalam semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Kendari membacakan pidato tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Yudian Wahyudi. Peringatan tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.

Dalam pidato yang dibacakan Siska Karina Imran, ditegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi “bintang penuntun” yang menjaga kokohnya Indonesia di tengah ketidakpastian global, konflik geopolitik, hingga disrupsi teknologi.

“Jangan biarkan nilai-nilai luhur ini hanya menjadi hiasan di dinding kantor atau teks di buku sejarah,” tegas Siska saat membacakan pesan menyentuh dari Kepala BPIP.

Lebih lanjut, pidato tersebut menyoroti tanggung jawab konstitusional Indonesia dalam menjaga ketertiban dunia. Nilai musyawarah dan mufakat yang terkandung dalam Pancasila dinilai sangat relevan untuk menjembatani perbedaan serta menyelesaikan konflik di tingkat global.

Di akhir pembacaan pidato, terdapat dua poin penting yang ditekankan untuk diimplementasikan di tingkat daerah:

  1. Bagi Generasi Muda: Diminta menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar simbol atau hafalan.
  2. Bagi Pemerintah Daerah: Diharapkan dapat memastikan setiap kebijakan publik yang dilahirkan selalu berlandaskan keadilan sosial dan berpihak kepada masyarakat, khususnya kelompok yang paling membutuhkan.

Upacara Hari Lahir Pancasila di Kota Kendari ini berlangsung sukses dan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kendari, Ketua TP PKK, Ketua DPRD Kota Kendari, Sekretaris Daerah, unsur Forkopimda, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), direksi Perumda, serta jajaran camat dan lurah se-Kota Kendari.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA