DPRD Muna Murka Soal Polemik RSUD, Ketua Muhammad Rahim Desak Bupati Pecat Direktur Rumah Sakit!

waktu baca 2 menit
Senin, 24 Nov 2025 15:03 221 radarkendari.id

Muna, Sulawesi Tenggara – Polemik yang mencuat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H.L.M Baharudin Muna mendapat sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muna.

Ketua DPRD Muna, Muhammad Rahim, secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Muna untuk segera bertindak, bahkan mendesak agar Direktur RSUD dicopot dari jabatannya.

Rahim menekankan bahwa isu kesehatan adalah masalah yang murni berkaitan dengan kemanusiaan, dan tidak boleh disikapi dengan saling menyalahkan antarpihak di pemerintahan.

“Kesehatan ini bicara kemanusiaan. Harapan saya kepada pemerintah daerah, jangan saling menyalahkanlah. Tentu ingin mengevaluasi lebih jauh terkait kelemahan-kelemahan yang ada di rumah sakit sendiri,” tegas Muhammad Rahim.

Ketua DPRD Muna itu menyoroti status RSUD dr Baharudin sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Menurutnya, manajemen rumah sakit harus introspeksi dan menyadari kelemahan internal, alih-alih melempar kesalahan, termasuk kepada para dokter.

Secara khusus, Rahim menyoroti masalah fasilitas yang menjadi pangkal polemik. Ia menegaskan bahwa ketersediaan fasilitas sepenuhnya adalah tanggung jawab manajemen dan Direktur Rumah Sakit.

“Manajemen harus memastikan ketersediaan fasilitas karena proses pasien seperti operasi, melahirkan, dan lain-lain sudah diketahui,” terangnya.

“Hal ini harus betul-betul diperhatikan oleh manajemen RSUD.” tambahnya.

Puncak dari kekecewaan Muhammad Rahim adalah permintaannya kepada Bupati Muna agar segera mengambil langkah tegas. Ia menilai Direktur RSUD sudah tidak becus dalam menjalankan tugasnya.

“Saya berharap Bupati Muna untuk segera menegur dan kalau perlu memecat ini Direktur Rumah Sakit, karena sudah tidak becus. Sehingga nama Muna tercoreng hanya gara-gara masalah rumah sakit. Ini sangat memprihatinkan,” kata Rahim.

Terkait dengan keberanian dokter yang mengungkap kebenaran di balik polemik tersebut, Muhammad Rahim menyampaikan apresiasinya.

Ia juga menanggapi serius isu intimidasi dan ancaman pencabutan izin praktik yang beredar.

“Kami akan kawal dan insyaallah kami berpihak pada dokter,” tutupnya, menegaskan bahwa pihaknya akan menelusuri siapa pun yang terbukti melakukan intimidasi.

Rahim menyerukan kepada semua pihak, termasuk rekan-rekan media di Sulawesi Tenggara dan Muna, untuk terus mengawasi perkembangan di Kabupaten Muna, baik dari segi kesehatan maupun pendidikan, demi kebaikan masyarakat.

Penulis : Mas’ud

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA