Kendari Dikepung Banjir, Ketua DPRD dan Gubernur Sultra Gelar Rapat Darurat: Ini Strategi Amankan Kota!

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 00:51 15 radarkendari.id

KENDARI – Hujan ekstrem yang mengguyur Kota Kendari sejak 9 Mei 2026 lalu telah memicu banjir besar di sejumlah wilayah, khususnya di kawasan aliran Sungai Wanggu dan Amohalo.

Menanggapi situasi kritis ini, Ketua DPRD Kota Kendari, Laode Muhammad Inarto, bergerak cepat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Status Tanggap Bencana pada Selasa (19/05/2026).

Rapat krusial yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur ini dipimpin langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara dan dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, mulai dari Wali Kota Kendari, Bupati Konawe Selatan, unsur Forkopimda, hingga pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN).

Banjir yang merendam permukiman warga dan lahan pertanian kali ini bukan sekadar karena faktor alam. Berdasarkan hasil evaluasi dalam rapat, ada dua pemicu utama yang saling berkaitan: Curah Hujan Ekstrem: Hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi terus-menerus sejak awal Mei.

Selanjutnya, Drainase yang Melempem: Sistem drainase perkotaan yang belum beroperasi secara optimal, membuat volume air yang melimpah gagal dialirkan dengan cepat, hingga akhirnya meluap ke rumah-rumah warga.

Untuk mengatasi dampak buruk yang dirasakan masyarakat, rapat koordinasi ini menelurkan beberapa poin fokus penanganan terpadu yang akan segera dieksekusi.

Kehadiran Ketua DPRD Kota Kendari dalam rakor ini menegaskan komitmen penuh legislatif dalam mendukung penganggaran dan pengawasan, agar langkah-langkah darurat ini bisa langsung dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang terdampak.

Tidak hanya fokus pada penanganan darurat saat ini, pertemuan tersebut juga melahirkan kesepakatan jangka panjang. Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah sepakat untuk melebur ego sektoral demi membangun infrastruktur yang lebih kuat.

Strategi komprehensif sedang disusun agar Ibu Kota Sulawesi Tenggara ini tidak lagi menjadi “langganan” banjir dan jauh lebih tangguh saat menghadapi cuaca ekstrem di masa depan. Sinergi lintas instansi ini diharapkan menjadi titik balik bagi pemulihan dan proteksi total Kota Kendari. (adv)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA