Pakar Komunikasi Nasional dan Motivator (Wartawan Senior), Dr.Aqua Dwipayana. RADAR KENDARI, Yogyakarta — Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional, Dr. Aqua Dwipayana, menekankan pentingnya menjaga integritas, sikap rendah hati, serta hubungan silaturahmi yang tulus bagi insan pers.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Capacity Building Media bertajuk “Merangkai Narasi Pembangunan Desa Wisata yang Inspiratif dan Berdampak Melalui Storytelling, Kolaborasi, dan Komunikasi” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Sulawesi Tenggara (Sultra) di Desa Wisata Pentingsari Omah Lembah Farm, Yogyakarta, Selasa (25/8/2026).
Dalam pemaparannya di hadapan puluhan jurnalis, Aqua mengingatkan bahwa profesi wartawan membutuhkan kombinasi antara keahlian (soft skill), kemampuan komunikasi yang kuat, serta integritas moral.
Ia menegaskan agar wartawan senantiasa bersikap rendah hati dan tidak menyalahgunakan profesi.
“Jadilah wartawan yang rendah hati, bukan rendah diri. Kita ini bukan siapa-siapa; wartawan itu terlihat hebat karena ada medianya. Kalau tidak ada media, nama besar itu bisa hilang,” ujar jurnalis senior tersebut.
Ia juga menyoroti fenomena penurunan kualitas profesi pers saat ini akibat maraknya oknum yang tidak bertanggung jawab dan sering mencari-cari kesalahan narasumber demi kepentingan pribadi.
Aqua meminta para wartawan untuk tetap fokus memberitakan fakta secara objektif dan menjauhi praktik ketidakjujuran yang dapat merusak kredibilitas diri maupun profesi.
Selain integritas, Aqua membagikan pengalaman hidupnya mengenai pentingnya membangun silaturahmi yang tulus tanpa motif tersembunyi (tanpa pamrih).
Menurutnya, jaringan hubungan yang didasari iktikad baik akan mendatangkan keberkahan serta peluang berharga di masa depan.
“Jalinlah silaturahmi tanpa pamflet atau hitung-hitungan. Kalau kita berniat karena kebaikan dan ibadah, hasilnya akan luar biasa. Jangan pernah melupakan orang-orang yang pernah berjasa dalam hidup kita, sekecil apa pun peran mereka,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Aqua memberikan apresiasi berupa kompetisi penulisan bagi para jurnalis peserta capacity building.
Enam karya tulisan atau liputan terbaik akan mendapatkan hadiah uang tunai secara pribadi darinya sebagai bentuk dorongan semangat untuk terus menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, informatif, dan menginspirasi publik.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar