Jelang Pemilu 14 Februari, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Persatuan

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jan 2024 00:26 114 radarkendari.id

Kendari, RadarKendari.id – Pemilihan Umum (Pemilu) tidak lama lagi digelar. Tepatnya, 14 Februari mendatang pesta demokrasi lima tahunan itu akan dilaksanakan. Memasuki tahun politik saat ini, semua pihak diminta untuk menjaga persatuan.

Pakar Ilmu Politik dari Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Najib Husain berharap memasuki tahun politik saat ini seluruh pihak bisa menurunkan tensi politik.

“Tidak boleh ada gesekan politik. Jikapun terjadi dilapangan maka harus segera bisa diselesaikan oleh aparat keamanan dan juga penyelenggara pemilu supaya tidak menimbulkan gelombang yang lebih besar lagi,” ungkap Najib.

“Jika semakin dibiarkan benturan tersebut maka resikonya akan mempengaruhi kualitas pemilu karena tidak terpenuhi salah satu unsur dalam pemilu yakni masalah keamanan. Dan itu kita tidak inginkan,” sambungnya.

Najib juga berpesan kepada para peserta pemilu (Caleg)agar mampu mengendalikan para tim sukses (timses) dan relawan untuk menjunjung tinggi persatuan.

“Mereka (peserta pemilu) juga menjadi penentu untuk bisa menjaga ketentraman dan kedamaian dalam pemilu. Jangan kemudian kita hanya bermain pada tataran simbolik saja dengan sepakat untuk mewujudkan pemilu damai tapi kenyataannya dilapangan kita tidak damai,” beber Najib.

Selain itu, kata Najib, netralitas para aparat penegak hukum dalam hal ini TNI/Polri harus ditegakkan dan tidak ada keberpihakan kepada paslon (pasangan calon) manapun atau kepada peserta pemilu.

“Kalau misalnya ada yang melakukan pelanggaran pemilu maka langsung diberikan sanksi. Begitu juga dengan penyelenggara pemilu, penyelenggara pemilu harus bisa membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka tidak hanya digaji sia-sia oleh negara tapi tidak kemudian memberikan kinerja yang baik,” ungkap Najib.

Terkhusus Bawaslu, kata Najib, saat ini badan pengawas itu semakin diuji tingkat integritasnya dalam menangani persoalan politik uang (Money Politic) yang sudah mulai merajalela ditengah masyarakat.

Disisi lain, Najib .meminta masyarakat harus membantu penyelenggara pemilu untuk melaporkan segala tindakan yang bisa memprovokasi jalannya pemilu.

“Masyarakat tidak boleh terpancing dengan beberapa benturan seperti yang terjadi di beberapa negara lain. Kita harus bisa menjaga keamanan dan ketentraman tidak kemudian melihat ada perlakuan yang tidak adil dan kemudian bereaksi,” kata Najib.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur Sultra Andap Budhi Revianto, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketertiban seluruh elemen masyarakat jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Untuk memastikan suasana yang kondusif menjelang Pemilu 2024, kita perlu melibatkan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tingkat keluarga,”kata Andap usai menyampaikan rilis akhir tahun Pemprov Sultra.

Ia menekankan pentingnya peran keluarga dalam menyampaikan pesan-pesan yang mempromosikan kedamaian dan netralitas.

“Dari keluarga, kita mengimbau agar pesan-pesan tersebut disampaikan kepada kelompok keluarga lainnya, sehingga kesadaran akan pentingnya pemilu yang damai dapat tersebar secara efektif,”jelasnya.

Salah satu fokus utama dalam menjaga netralitas adalah mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap bersikap netral. Andap Budhi Revianto menegaskan, Netralitas ASN sangat krusial dalam memastikan kelancaran dan keadilan dalam proses demokrasi.

“Kami mengajak semua ASN untuk tidak terlibat dalam praktik-praktik politik yang dapat merugikan proses demokrasi yang sehat,”tegasnya.

Selain itu, dalam upayanya untuk mempertahankan stabilitas ekonomi daerah jelang Pemilu 2024, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan mengambil beragam langkah strategis.

“Kami menyadari betapa pentingnya stabilitas ekonomi daerah dalam mendukung kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kebijakan dan program akan diimplementasikan demi memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,”ujarnya.

Mantan Kapolda Sultra itu juga menekankan perlunya kerjasama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi.

“Hanya dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, kita dapat mengatasi dampak ekonomi yang mungkin timbul selama periode pemilihan. Kerjasama ini penting untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan pertumbuhan ekonomi,”jelasnya.

Dengan komitmen menjaga ketertiban sosial, mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pemilu, dan fokus pada stabilitas ekonomi daerah, Pj Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan tekadnya untuk menciptakan kondisi yang mendukung pelaksanaan Pemilu 2024 yang adil, damai, dan sukses. (wan)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA