Tim SAR menemukan nelayan asal Desa Lasalimu, Kabupaten Buton, bernama Laode Biru (57), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Lasalimu Selatan. BUTON – Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan nelayan asal Desa Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara bernama Laode Biru (57), yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di perairan Lasalimu Selatan.
Korban ditemukan pada Selasa (13/5/2026) sekitar pukul 10.00 Wita dalam kondisi meninggal dunia atau MD, sekitar 6 nautical mile (NM) arah selatan barat daya dari titik dugaan lokasi kejadian (LKP).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin A.S menjelaskan, usai ditemukan korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan meninggal dunia, maka operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang belum kembali dari mencari ikan di perairan Lasalimu Selatan dinyatakan selesai dan ditutup,” ujarnya.
Korban diketahui pergi melaut pada 11 Mei 2026 sekitar pukul 05.00 Wita menggunakan sampan. Menurut informasi keluarga, itu merupakan pertama kalinya korban pergi melaut menggunakan sampan, karena sebelumnya ia biasa menggunakan longboat bermesin katinting.
Namun hingga malam hari korban tak kunjung kembali. Pihak keluarga bersama masyarakat setempat sempat melakukan pencarian mandiri, tetapi hasilnya nihil sebelum akhirnya kejadian tersebut dilaporkan ke Basarnas Kendari.
Dalam operasi pencarian hari kedua, cuaca di lokasi dilaporkan berawan hingga hujan ringan dengan kecepatan angin sekitar 11 kilometer per jam dari arah timur berdasarkan informasi BMKG.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya tim SMC dan staf KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, Polair Polres Buton, BPBD Buton, Polsek Ambuau, Babinsa Lasalimu, masyarakat sekitar, hingga keluarga korban.
Sejumlah peralatan juga dikerahkan dalam proses pencarian, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, truk personel, peralatan medis, alat evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya. Setelah operasi resmi ditutup, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar