Jasa Raharja Paparkan Skema Perlindungan Terintegrasi pada Rakor Angkutan Lebaran 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 25 Feb 2026 21:00 149 radarkendari.id

RADARKENDARI.IDJasa Raharja menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan RI pada Selasa (24/2/2026) di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Kehadiran Jasa Raharja dalam forum lintas sektor ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung kesiapan sistem transportasi nasional sekaligus memastikan perlindungan dasar bagi masyarakat selama periode mudik dan balik Lebaran.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, dan diikuti oleh kementerian/lembaga terkait, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, serta pimpinan BUMN sektor transportasi dan infrastruktur.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, hadir untuk memastikan kesiapan dukungan perlindungan dasar sejalan dengan kebijakan nasional di bidang pelayanan publik.

Dalam arahannya, Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya kesiapan teknis seluruh moda transportasi sebelum masa Angkutan Lebaran dimulai.

Ia meminta seluruh pemangku kepentingan memastikan tidak ada aspek keselamatan yang terlewat, sehingga operasional transportasi benar-benar memenuhi standar keselamatan.

Maskapai penerbangan juga diimbau mengantisipasi lonjakan penumpang melalui penerbangan tambahan apabila diperlukan, seiring meningkatnya tren pemesanan tiket.

Selain itu, perhatian khusus diberikan pada pengelolaan pelabuhan. Menteri Perhubungan mengingatkan Pelindo agar kemacetan pasca-Lebaran seperti yang terjadi pada periode Nataru 2025–2026 tidak terulang, khususnya di area penampungan kendaraan.

Koordinasi dan kepatuhan seluruh pihak disebut sebagai faktor kunci menjaga kelancaran dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Muhammad Awaluddin memaparkan kesiapan Jasa Raharja yang dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pra-mudik, arus mudik, hingga arus balik Idulfitri 2026.

Bersama Korlantas Polri dan stakeholder lainnya, Jasa Raharja telah melakukan survei jalur, pemetaan titik rawan kecelakaan, serta ramp check di berbagai wilayah.

“Petugas kami di 63 cabang dan 29 kantor wilayah turut melakukan ramp check bersama Ditlantas di masing-masing Polda, dan kegiatan tersebut masih berlangsung. Ini bagian dari upaya preventif untuk menekan risiko kecelakaan,” ujarnya.

Dalam mendukung pengamanan Lebaran, Jasa Raharja juga akan mengoperasikan 25 pos pelayanan terpadu.

Salah satu titik strategis yang dipersiapkan adalah KM 81 yang difungsikan sebagai check point untuk pengecekan kesehatan pengemudi dan layanan pendukung lainnya di luar rest area.

Selain penguatan di lapangan, perusahaan mengoptimalkan kolaborasi dengan rumah sakit guna memastikan proses penjaminan korban kecelakaan berjalan cepat dan tepat.

“Tahun ini kami mengoptimalkan proses zero pending claim, sehingga masyarakat korban kecelakaan dapat dilayani secara cepat, efektif, dan transparan,” tambah Awaluddin.

Sebagai bagian dari ekosistem BUMN yang mendukung transformasi layanan, Jasa Raharja terus memperkuat digitalisasi sistem santunan, integrasi data dengan kepolisian dan rumah sakit, serta peningkatan standar pelayanan publik.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan negara hadir memberikan perlindungan optimal bagi masyarakat selama Angkutan Lebaran 2026.

Melalui partisipasi aktif dalam rakor tersebut, Jasa Raharja menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan prima dengan prinsip melayani sepenuh hati, sekaligus mendukung terwujudnya keselamatan berkendara pada periode mudik Lebaran tahun ini.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA