Luka Parah Kena Pecahan Gelas, Balita di Kendari Diduga Ditolak Puskesmas Kandai Saat Butuh Pertolongan Darurat

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 17:25 631 radarkendari.id

KENDARI – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Kandai, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menuai sorotan tajam.

Sebuah insiden memilukan menimpa seorang balita berusia 2 tahun 8 bulan berinisial R, yang diduga tidak mendapatkan penanganan medis segera saat mengalami kondisi darurat (emergency), Kamis (21/05/2026) sekira pukul 11.00 wita.

Peristiwa ini diungkapkan langsung oleh ayah korban, Ridwan, yang merasa sangat kecewa dengan birokrasi puskesmas yang dinilai lebih mementingkan urusan administrasi ketimbang keselamatan nyawa pasien.

Kronologi Kejadian

Kejadian bermula ketika kaki balita R mengalami luka robek yang cukup parah akibat terkena pecahan gelas di rumahnya, Kamis (21/05/2026).

Melihat kondisi sang anak yang terus menangis kesakitan dan mengeluarkan banyak darah, sang ibu langsung melarikan korban ke Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kandai guna mendapatkan pertolongan pertama.

Namun, sesampainya di UGD, pihak puskesmas diduga tidak memberikan tindakan medis apa pun.

Korban tidak dipersilakan berbaring ataupun duduk. Sebaliknya, petugas medis justru sibuk mempertanyakan status kepesertaan BPJS Kesehatan korban.

“Seharusnya kalau ada pasien darurat, dikasih baring dulu, ditolong dulu karena ini luka serius. Ini tidak dikasih baring, tidak dikasih duduk, malah ditanyakan BPJS-nya terdaftar di mana,” ujar Ridwan dengan nada kecewa saat dikonfirmasi media ini.

Saling Lempar Pelayanan

Istri Ridwan kemudian menjelaskan bahwa korban memang sering melakukan pemeriksaan di Puskesmas Mata, sehingga petugas puskesmas langsung menyuruh mereka untuk membawa sang balita ke Puskesmas Mata.

Tak hanya itu, petugas juga sempat meminta pembayaran terlebih dahulu dengan alasan nanti bisa diklaim keperusahaan tempat ayah korban bekerja.

Tanpa adanya pemeriksaan atau pembersihan luka sedikit pun dari Puskesmas Kandai, balita yang sudah dalam kondisi gemetar dan menangis menahan sakit itu akhirnya terpaksa dipindahkan ke Puskesmas Mata.

Mendapat Penanganan di Puskesmas Mata

Berbeda terbalik dengan pelayanan di Kandai, sesampainya di Puskesmas Mata, balita R langsung disambut dengan baik.

Petugas medis di Puskesmas Mata segera membaringkan korban dan memberikan tindakan darurat untuk menjahit luka robek di kakinya. Akibat luka robek yang cukup dalam tersebut, balita R harus menerima sekitar 5 jahitan.

Ridwan menyayangkan sikap kaku dan tidak manusiawi dari oknum petugas di Puskesmas Kandai. Menurutnya, dalam situasi antara hidup dan mati atau cedera parah, pertolongan pertama harus menjadi prioritas utama medis.

“Yang kita kecewakan ini, kenapa tidak dilayani di Kandai? Maunya ditolong dulu, pertolongan pertama dulu baru urus yang lain. Anak saya masih bayi,” tutup Ridwan.

Hingga berita ini diterbitkan, pewarta media ini masih berupaya menghubungi pihak Puskesmas Kandai untuk mendapatkan hak Jawab (klarifikasi) atas pemberitaan ini.

Penulis : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA