RADARKENDARI.ID, Kendari -Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu menargetkan Jalur Kembar Kali Kadia (Inner Ringroad) sudah bisa dilintasi pada Desember 2023. Data dari Dinas PUPR progres pembangunan jalur sudah mencapai 75 persen.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.
“Dalam tahun ini atau sekitar Desember 2023 jalan yang dibangun dari sumber dari pinjaman PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) itu kita selesaikan. Desember (Jalur Kembar Kali Kadia) sudah bisa digunakan,” ungkap Asmawa Tosepu, Jumat (17/11/2023).
Asmawa yakin, kehadiran Inner Ringroad bisa memecahkan kemacetan yang kerap terjadi saat jam pulang kerja khususnya di Jalan ZA Sugianto, Jalan Brigjen M Yoenoes, dan Jalan MT Haryono. “Tetapi masyarakat juga perlu ingat bahwa kemacetan yang timbul saat ini bukan karena fenomena tapi ini ciri kota yang akan maju,” ungkap Asmawa Tosepu.
Kepala Biro Umum Sekretariat Kemendagri ini telah meminta Dinas PUPR Kendari untuk segera menginformasikan kepada kontraktor agar mengebut pembangunannya. “Saya sudah minta Dinas PUPR untuk dipercepat,” kata Asmawa Tosepu.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana mengungkapkan, pembangunan jalur Inner Ringroad masih dalam tahap pengerjaan jembatan.
“Saat ini masih dilakukan pemasangan girder Jembatan. Pemasangan girder penting untuk menopang lintasan (Jalur). Tahap ini perlu waktu karena ada beberapa titik yang harus dibangunkan jembatan,” ungkapnya.
Erlis tak menampik jika pembangunan Jalur Inner Ringroad lambat dikarenakan beberapa faktor seperti peralihan kontraktor proyek, dan beberapa kendala teknis lainnya. Kendati demikian, ia optimis Jalur Kembar Kali Kadia ini bisa rampung pada Desember 2023.
Sekedar informasi, inner ringroad dibangun menggunakan anggaran PEN sebesar Rp 204 miliar. Jalur Kembar Kali Kadia ini memiliki panjang mencapai 4,1 kilometer yang mulai dibangun sejak 18 Oktober 2021.
Sepanjang 4,1 kilometer jalur ini terdiri dari Jalan Brigjen M Yunus (Kali Kadia) yang terhubung dengan RSUD Kendari sepanjang 1,5 kilometer dan Jalan ZA Sugianto (Masjid Al Alam) yang terhubung dengan Jalan Mokodompit (Kampus Baru UHO) sepanjang 2,6 kilometer.
Perlu diketahui pula jalur dibangun memiliki lebar 30 meter dengan konstruksi beton. Kehadiran mega proyek Pemkot Kendari ini diyakini bisa mengurai kemacetan di Kota Lulo.
Rampung RSUD Antero Hamra Kota Kendari Beroperasi 28 November
Pembangunan RSUD Antero Hamra telah rampung. Saat ini, intalasi peralatan medis tengah berlangsung. Rencananya, RSUD akan dioperasikan pada 28 November 2023.

Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu.
Sekretaris Dinas PUPR Kota Kendari, Aswido mengungkapkan, secara umum struktur gedung RSUD dan beberapa fasilitas penunjang rumah sakit telah rampung dibangun. Saat ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama jajaran RSUD Antero Hamra tengah melaksanakan instalasi peralatan medis. “Rumah sakit sudah rampung. Rencananya akan beroperasi pada 28 November ini,” ungkap Aswido.
Sebelumnya, Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengapresiasi pembangunan RSUD Antero Hamra. Ia tak menampik jika beberapa bagian rumah sakit masih membutuhkan penyelesaian seperti halaman parkir.
“Ada beberapa hal (bagian RSUD Antero Hamra) yang sifatnya minor perlu diperbaiki oleh pihak penyedia. Yang sifatnya minor itu sebenarnya sudah tidak lebih dari satu persen dan itu oleh PPK menyatakan kesiapan dan kesungguhan dalam waktu yang tidak terlalu lama segera dituntaskan,” ungkap Asmawa Tosepu.
Asmawa juga mengapresiasi konsep yang diusung RSUD Antero Hamra. Menurutnya, konsep minimalis dan layanan terintegrasi yang dimiliki sangat baik dalam rangka memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
“Rumah sakit ini mengusung konsep layanan keberlanjutan. Layanannya sinkron misalnya dari ruang dari UGD (Unit Gawat Darurat) langsung ke ruang operasi, atau ke ruang perawatan lainnya. Ini bagus konsepnya,” kata Asmawa.
“Alkes (Alat Kesehatan)-nya sudah siap, jika sudah rampung bisa diresmikan dan bisa segera dioperasionalkan untuk melayani masyarakat Kota Kendari dan masyarakat Sulawesi Tenggara pada umumnya,” kata Asmawa.
Sekedar informasi, RSUD Antero Hamra dibangun menggunakan PEN sebesar Rp 88 miliar. RSUD berlokasi di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Puuwatu. Rumah sakit tersebut dibangun 2 lantai, luas gedung mencapai 6.900 m² dengan fasilitas 67 pasien rawat inap serta dilengkapi peralatan medis modern.
Di areal rumah sakit terdapat jalan sebagai akses, area pakir, dan ruang terbuka hijau (RTH). Seluruh fasilitas dihadirkan untuk menunjang kenyamanan masyarakat yang datang berobat misalnya Ruang Rawat Jalan, Ruang Unit Gawat Darurat, Ruang Rawat Inap, Ruang Perawatan ICU, Ruang Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan Ruang Poli.
Selanjutnya, ada ruang tindakan bedah, Operasi, Farmasi, Radiologi, Sterilisasi, Laboratorium Klinik, Ruang Rehabilitasi Medik, Ruang Kantor dan Administrasi, Ruang jenazah, Ruang Dapur dan Gizi, Laundry, dan Ruang Mekanik.
Proyek PEN On Progres
Proyek Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kota Kendari berjalan lancar. Bahkan sebagian proyek telah rampung seperti Pembangunan Puskesmas Kandai dan RSUD Antero Hamra.
Penjabat (Pj) Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu mengungkapkan, secara umum proyek PEN diotoritanya berjalan baik dan lancar. Itu dibuktikan dengan rampungnya beberapa proyek seperti Puskesmas Kandai dan RSUD Antero Hamra.
“Puskesmas sudah dimanfaatkan, RSUD Tipe D (Antero Hamra) saya sudah pernah tinjau, itu sudah finishing. (dibangun) harus teliti, jangan sampai cuma asal asalan, itu yang saya ingatkan pihak pengawas (kontraktor),” ungkapnya.

Jalur Kembar Kali Kadia Kota Kendari.
Asmawa tak menampik jika satu dari dua proyek PEN di Kendari yakni jalur Inner Ringroad harus dihentikan karena beberapa kendala teknis. Kendati demikian, ia memastikan proyek tidak mangkrak dan akan terus berjalan.
“(Proyek PEN) Masih berjalan. Tidak ada yang mangkrak. Kalau pun (Inner Ring Road) terhenti disana karena memang mekanismenya harus dihentikan tapi akan dilanjutkan dengan komitmen kedua,” ungkap Asmawa Tosepu.
“Saat ini (Inner Ringroad) sementara proses lelang. Kita ingin siapapun penyedianya dia mampu, punya material, punya peralatan dan punya modal (untuk melanjutkan pembangunan),” tambahnya.
Sekedar informasi, Puskesmas Kandai telah rampung sejak April 2023. Bahkan pengoperasiannya sudah diresmikan oleh Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Komjen Pol Tomsi Tohir Balaw pada Mei 2023.
Puskesmas Kandai dibangun menggunakan dana PEN senilai Rp 14 miliar. Puskesmas Kandai berada di Kecamatan Kendari dibangun dua lantai diatas lahan 1.242 m² dengan bangunannya yang terdiri dari ruangan rawat jalan, rawat inap, ruang gawat darurat, kebidanan dan penyakit kandungan, poli, farmasi, sterilisasi, laboratorium klinik, kantor administrasi, yang dilengkapi dengan dapur.
Pasca diresmikan, puskesmas bakal dioperasikan untuk mengobati maupun merawat pasien yang ada diwilayah sekitar. Bukan hanya itu, Puskesmas Kandai juga bisa melayani pasien yang berasal dari luar Kota Kendari misalnya dari Kabupaten Konawe dan Konawe Kepulauan (Konkep).
Selanjutnya RSUD Antero Hamra. Saat ini sudah masuk tahap finishing dan dijadwalkan akan diresmikan pada momentum Hari Kemerdekaan RI ke-78 pada 17 Agustus mendatang. RSUD Antero Hamra dibangun menggunakan dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp 88 miliar.
RSUD berlokasi di Jalan Chairil Anwar, Kecamatan Puuwatu. Rumah sakit tersebut dibangun 2 lantai, luas gedung mencapai 6.900 m² dengan fasilitas 67 pasien rawat inap serta dilengkapi peralatan medis modern.
Di areal rumah sakit terdapat jalan sebagai akses, area pakir, dan ruang terbuka hijau (RTH). Seluruh fasilitas dihadirkan untuk menunjang kenyamanan masyarakat yang datang berobat misalnya Ruang Rawat Jalan, Ruang Unit Gawat Darurat, Ruang Rawat Inap, Ruang Perawatan ICU, Ruang Kebidanan dan Penyakit Kandungan dan Ruang Poli.
Selanjutnya, ada ruang tindakan bedah, Operasi, Farmasi, Radiologi, Sterilisasi, Laboratorium Klinik, Ruang Rehabilitasi Medik, Ruang Kantor dan Administrasi, Ruang jenazah, Ruang Dapur dan Gizi, Laundri, dan Ruang Mekanik.
Sementara, proyek Inner Ringroad kini tengah dikebut pengerjaannya. Saat ini proses pembangunan masuk tahap lelang pasca penghentian sementara proyek PEN itu. Inner Ringroad dibangun menggunakan anggaran PEN sebesar Rp 204 miliar. Inner Ring Road dibangun dengan panjang mencapai 4,1 kilometer.
Rinciannya, Jalan Brigjen M Yunus (Kali Kadia) yang terhubung dengan RSUD Kendari sepanjang 1,5 km dan Jalan ZA Sugianto (Masjid Al Alam) yang terhubung dengan Jalan Mokodompit (Kampus Baru UHO) sepanjang 2,6 km.
Jalan yang dibangun memiliki lebar 30 meter dengan konstruksi beton. Kehadiran mega proyek Pemkot Kendari ini diyakini bisa mengurai kemacetan Kota.
(adv)
Tidak ada komentar