Pemkot Kendari Susun RAD Pangan dan Gizi, Pakar UHO: Momentum Krusial Atasi Stunting dan Kerawanan Pangan

waktu baca 2 menit
Rabu, 15 Jul 2026 15:07 42 redaksi

RADAR KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi menggelar Konsultasi Publik terkait penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Kota Kendari.

Agenda strategis telah dilaksanakan pada Rabu, 15 Juli 2026, bertempat di Aula Wakatobi, Hotel Plaza Qubra, Kota Kendari.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Sekretariat Daerah Kota Kendari ini merujuk pada surat undangan bernomor 000.7/3492/2026 yang ditandatangani secara elektronik oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, STP., SH., M.Si.

Konsultasi publik ini melibatkan lintas sektor secara komprehensif, mulai dari Bappeda, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, BB POM, BULOG, Badan Pusat Statistik (BPS), hingga perwakilan tingkat kecamatan dan kelurahan seperti Camat Mandonga serta Ketua PKK Kelurahan Mandonga dan Korumba.

Menanggapi langkah taktis Pemkot Kendari ini, Guru Besar Teknologi Pangan Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Prof. Dr. Ir. Ansharullah, M.Sc., memberikan apresiasi sekaligus catatan penting terkait arah kebijakan pangan daerah.

Menurut Prof. Ansharullah, penyusunan RAD Pangan dan Gizi ini merupakan momentum yang sangat krusial bagi Kota Kendari untuk memperkuat ketahanan pangan dan menekan angka kerawanan gizi di tingkat keluarga.

“Penyusunan RAD Pangan dan Gizi ini sangat tepat waktu. Namun, yang paling penting adalah bagaimana dokumen rencana aksi ini nantinya benar-benar diterjemahkan menjadi program nyata di lapangan. Kuncinya ada pada sinergi lintas instansi, seperti Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pertanian,” ujar Prof. Ansharullah saat dihubungi, Rabu (15/7/2026).

Pakar teknologi pangan yang aktif meneliti diversifikasi pangan lokal ini menambahkan bahwa Kota Kendari harus mulai mengoptimalkan bahan pangan lokal untuk mengatasi masalah gizi makro maupun mikro.

“Kita punya potensi pangan lokal yang luar biasa di Sulawesi Tenggara. RAD ini harus mendorong diversifikasi pangan, edukasi konsumsi gizi seimbang berbasis pangan lokal kepada masyarakat, serta memperkuat rantai pasok agar harga pangan bergizi tetap terjangkau oleh seluruh lapisan warga, khususnya di kawasan padat seperti Mandonga,” jelasnya.

Dalam surat undangan tersebut, kehadiran seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta perwakilan masyarakat di tingkat kelurahan dinilai sangat krusial agar rancangan aksi ini tepat sasaran dan akomodatif.

Prof. Ansharullah juga mengingatkan bahwa keterlibatan aktif BPS dan BULOG dalam perumusan kebijakan ini akan membantu pemerintah daerah memetakan kantong-kantong rawan pangan secara presisi berdasarkan data riil di lapangan.

“Dengan keterlibatan aktif semua pihak hari ini, kita berharap Kota Kendari memiliki panduan taktis (road map) yang kuat dalam menurunkan angka stunting, menjamin ketersediaan pangan yang aman, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA