Seorang warga mengeluhkan tarif taksi di Bandara Haluoleo Kendari. Ia resah karena harus merogoh kocek cukup dalam untuk menuju hotel di Kota Kendari.
RADARKENDARI.ID – Sebuah unggahan video dari akun TikTok @milop.dessert mendadak viral setelah seorang penumpang mengeluhkan sulitnya mengakses layanan transportasi online, khususnya Grab, setibanya di Bandara Halu Oleo, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.
Dalam video berdurasi 41 detik tersebut, seorang wanita mengungkapkan keresahannya karena harus merogoh kocek cukup dalam untuk menuju hotel di Kota Kendari.
Ia menyebut tarif yang ditawarkan mencapai Rp180.000, yang kemudian berhasil dinegosiasi menjadi Rp150.000.
“Apa di seluruh Kendari tidak ada Grab, atau Bandara Kendari saja yang tidak ada Grab?” keluh wanita tersebut dalam video yang telah disukai lebih dari 4.000 kali dan memicu ratusan komentar dari warganet.
Menanggapi keluhan yang ramai di jagat maya tersebut, Humas Bandara Halu Oleo, Nurlansyah, memberikan klarifikasi.
Ia menjelaskan bahwa pihak otoritas bandara tidak memiliki kendali penuh atas pengelolaan transportasi darat di area tersebut.
“Terkait pengelolaan layanan transportasi penumpang seperti rental dan Grab, itu bukan kewenangan pihak Bandara. Wilayah tersebut masih menjadi kewenangan Lanud,” ujar Nurlansyah kepada media, Sabtu (17/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Penerangan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Kapentak) Lanud Halu Oleo, Yusuf, menegaskan bahwa hingga saat ini layanan Grab memang belum diizinkan beroperasi di kawasan tersebut karena alasan administratif.
Belum Ada Kerja Sama: Yusuf menyebutkan bahwa pihak aplikasi transportasi daring belum menjalin kerja sama resmi dengan Lanud Halu Oleo.
Taksi Resmi: Saat ini, layanan transportasi yang tersedia di bandara adalah taksi resmi yang sudah memiliki izin dan kesepakatan kerja sama.
Regulasi: Operasional transportasi online baru bisa diizinkan jika sudah ada regulasi atau kesepakatan tertulis yang jelas.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut terus mendapat perhatian publik yang berharap adanya standarisasi tarif dan kemudahan akses transportasi bagi wisatawan maupun warga lokal yang mendarat di Sulawesi Tenggara.
Penulis : Muh Irvan S
Editor : Agus Setiawan
Tidak ada komentar