OJK : Industri Jasa Keuangan di Sulawesi Tenggara Tumbuh Positif di Awal 2026

waktu baca 2 menit
Kamis, 21 Mei 2026 19:37 95 radarkendari.id

KENDARIOtoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat kinerja Industri Jasa Keuangan (IJK) di daerah ini tetap menunjukkan tren positif pada Triwulan I tahun 2026.

Pertumbuhan terjadi di berbagai sektor, mulai dari perbankan, pasar modal, hingga industri keuangan non-bank.

Kepala OJK Sultra, Bismi Maulana Nugraha, menyampaikan bahwa stabilitas sektor jasa keuangan daerah masih terjaga di tengah dinamika ekonomi yang berkembang.

“Pertumbuhan ini ditopang oleh intermediasi perbankan yang terus meningkat, aktivitas investasi masyarakat di pasar modal, serta pemanfaatan layanan keuangan digital yang semakin luas,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Perbankan Tumbuh, Kredit Tetap Sehat

Dari sektor perbankan, total aset tercatat mencapai Rp62,29 triliun atau tumbuh 5,76 persen secara tahunan (yoy). Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga meningkat menjadi Rp33,76 triliun atau tumbuh 5,25 persen.

Sementara itu, penyaluran kredit mencapai Rp54,43 triliun atau naik 4,86 persen yoy. Kredit konsumsi masih mendominasi dengan porsi 48,5 persen, disusul kredit modal kerja 32 persen dan kredit investasi 19,6 persen.

Kualitas kredit pun tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) berada di level rendah sebesar 1,85 persen.

Penyaluran kredit ke sektor UMKM mencapai Rp16,45 triliun atau sekitar 30,2 persen dari total kredit. Sektor rumah tangga, perdagangan, pertanian, industri pengolahan, hingga pertambangan menjadi penopang utama.

Secara wilayah, Kota Kendari masih menjadi pusat aktivitas perbankan dengan total kredit Rp23,09 triliun dan DPK sebesar Rp20,45 triliun.

Investor Pasar Modal Melonjak

Di sektor pasar modal, minat masyarakat Sultra terhadap investasi terus meningkat signifikan.

Hingga Maret 2026, jumlah investor yang tercatat dalam Single Investor Identification (SID) mencapai 156.131 atau tumbuh 76,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan investor reksa dana, saham, dan Surat Berharga Negara (SBN). Nilai transaksi saham masyarakat mencapai Rp447,92 miliar dengan frekuensi 134.502 transaksi.

Kota Kendari kembali menjadi wilayah dengan aktivitas investor terbesar, diikuti Kabupaten Kolaka dan Kota Baubau.

IKNB Stabil, Fintech Makin Diminati

Pada sektor Industri Keuangan Non-Bank (IKNB), kinerja juga menunjukkan tren stabil. Industri asuransi membukukan premi sebesar Rp168,70 miliar.

Sementara perusahaan pembiayaan mencatat outstanding sebesar Rp6,90 triliun atau tumbuh 2,99 persen yoy, dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) terjaga di level 2,65 persen.

Di sisi lain, sektor fintech lending menunjukkan pertumbuhan pesat. Outstanding pinjaman tercatat mencapai Rp804,60 miliar atau naik 28,4 persen secara tahunan.

“Hal ini menunjukkan layanan keuangan digital semakin dimanfaatkan masyarakat seiring meningkatnya inklusi keuangan berbasis teknologi di Sultra,” jelas Bismi.

Dengan capaian tersebut, OJK optimistis sektor jasa keuangan di Sulawesi Tenggara akan terus tumbuh berkelanjutan, sekaligus mendorong penguatan ekonomi daerah di tengah tantangan global.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA