Pemkot Kendari Jadikan World Cleanup Day Momentum Perubahan Perilaku Masyarakat

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 02:00 45 redaksi

RADAR KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, menegaskan bahwa persoalan sampah di Kota Kendari tidak cukup diselesaikan melalui kegiatan bersih-bersih sesaat. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat melalui kebiasaan mengurangi, memilah, dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis Wali Kota Kendari yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, pada peringatan World Cleanup Day 2026 tingkat Kota Kendari di Pasar Baruga, Selasa (27/10/2026).

Dalam sambutannya, Siska mengingatkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan, menyumbat saluran drainase, memicu banjir, hingga mengganggu kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Karena itu, tanggung jawab menjaga kebersihan kota tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas kebersihan. Partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting agar penanganan sampah dapat berjalan secara berkelanjutan.

“World Cleanup Day adalah pengingat bahwa menjaga kebersihan harus menjadi kebiasaan kita sehari-hari, bukan hanya dilakukan pada kegiatan tertentu,” pesan Siska dalam sambutannya.

Ia mengajak masyarakat memulai kebiasaan menjaga kebersihan dari lingkungan terdekat, mulai dari rumah, sekolah, tempat kerja hingga ruang publik.

Masyarakat juga didorong membiasakan pemilahan sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan.

Menurutnya, sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan melalui bank sampah atau kegiatan daur ulang. Selain membantu mengurangi timbunan sampah, langkah tersebut juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pemerintah Kota Kendari turut menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas lingkungan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Semangat gotong royong dalam peringatan World Cleanup Day diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut melalui aksi bersih lingkungan secara berkala di kawasan perkantoran, sekolah, pasar, permukiman hingga wilayah pesisir.

Generasi muda juga didorong menjadi pelopor kepedulian lingkungan. Pelajar, mahasiswa, dan komunitas pemuda diharapkan mampu menularkan kebiasaan positif kepada masyarakat serta menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan sejak dini.

Di sisi lain, Siska meminta perangkat daerah terkait meningkatkan kualitas pelayanan persampahan, memperluas edukasi kepada masyarakat, serta menangani titik-titik rawan penumpukan sampah secara konsisten.

Ia juga mengingatkan peserta aksi agar memastikan sampah yang terkumpul dipilah, diangkut, dan ditangani dengan baik sehingga kegiatan bersih lingkungan memberikan manfaat nyata.

Melalui peringatan World Cleanup Day 2026, Pemerintah Kota Kendari berharap kesadaran menjaga kebersihan semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

Perubahan perilaku serta kerja sama seluruh pihak dinilai menjadi kunci untuk mewujudkan Kota Kendari yang semakin maju, bersih, sehat, dan berkelanjutan.

EDITOR : AGUS SETIAWAN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA