Kadis Perindag Sultra, Sukanto Toding. RADARKENDARI.ID – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan taringnya di panggung ekonomi internasional.
Dalam sebuah seremoni yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sultra dan jajaran Forkopimda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sultra resmi melepas ekspor perdana komoditas Ferronikel langsung (direct export) menuju China melalui Terminal TPK Kendari, Rabu (28/01/2026).
Kepala Dinas Perindag Sultra, Sukanto Toding, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tonggak sejarah baru dalam memperpendek jalur logistik dan menekan biaya operasional ekspor daerah.
Dalam laporannya, Sukanto merincikan volume ekspor perdana ini mencapai 1.015 ton ferronikel. Nilai transaksinya pun tidak main-main, yakni mencapai USD 2,95 juta atau setara dengan kurang lebih Rp49,7 miliar.
“Kegiatan ini adalah hasil sinergi antara Disperindag, Pelindo IV Cabang Kendari, serta Tim Percepatan Ekspor Sultra. Tujuannya jelas: meningkatkan produktivitas, menambah PAD, dan mengefisiensi waktu pengiriman ke negara tujuan,” ujar Sukanto Toding di pelabuhan pengiriman.
Kinerja Ekspor Sultra Terus Melejit
Tak hanya soal Ferronikel, Sukanto juga memaparkan capaian luar biasa sepanjang tahun 2025. Total nilai ekspor Sultra tercatat menembus angka USD 3,6 miliar atau sekitar Rp59,7 triliun.
Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 8,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski sektor pertambangan masih mendominasi sebesar 98%, Sukanto menegaskan bahwa Sultra memiliki potensi raksasa di sektor non-tambang yang mulai dilirik dunia, seperti:
* Pertanian & Perkebunan: Jagung, kakao, mete, lada, sagu, hingga kelapa.
* Kelautan: Rumput laut, gurita, tuna, udang vaname, hingga ubur-ubur asin.
Produk-produk unggulan Sultra kini telah menjangkau 13 negara lintas benua, mulai dari China, Jepang, India, Amerika Serikat, hingga negara-negara Eropa seperti Belanda dan wilayah Asia Tenggara.
“Sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, dan para pengusaha adalah kunci. Kami ingin peningkatan ekspor ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok Sulawesi Tenggara,” tutupnya.
Penulis : Agus Setiawan
Tidak ada komentar