MIND ID Tegaskan Dukungan Penuh untuk Proyek Hilirisasi PT Vale di Pomalaa

waktu baca 3 menit
Kamis, 6 Agu 2026 17:31 98 redaksi

RADAR KENDARI — Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) secara tegas menyatakan dukungan penuhnya terhadap percepatan pembangunan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa yang dikelola oleh PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja lintas kelembagaan yang dipimpin oleh Komisaris MIND ID sekaligus Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si., bersama Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin di kawasan proyek PT Vale, Pomalaa, pada Senin (4/8/2026).

Kunjungan ini mengikutsertakan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra dan Kolaka, di antaranya Kapolda Sultra Irjen Pol. Himawan Bayu Aji, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Bangun Nawoko, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala, Bupati Kolaka H. Amri, Danrem 143/Halu Oleo Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, serta Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra Sugeng Riyanta.

Langkah sinergis ini bertujuan untuk memastikan kelancaran pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Pomalaa agar berjalan aman, kondusif, patuh hukum, serta berkelanjutan bagi masyarakat setempat dan perekonomian nasional.

Dalam peninjauan lapangan tersebut, Komjen Pol. Fadil Imran menekankan pentingnya menjaga iklim investasi yang aman dan kondusif tanpa mengesampingkan hak masyarakat maupun kelestarian lingkungan.

“Holding tentu akan maksimal dalam mendukung anak holding (PT Vale). Ada persoalan-persoalan riak sosial itu, kita lakukan rapat di Jakarta, lalu melakukan peninjauan situasi aktual di lapangan dengan mengajak serta Forkopimda, Polda, Kodam, Bupati, dan Kejaksaan. Harapannya, semua persoalan bisa diselesaikan dengan sinergi tanpa meninggalkan masyarakat. Jadi kita ingin kawasan industri ini maju, masyarakatnya maju, alamnya lestari,” tegas Fadil Imran.

Ia juga menyoroti dampak positif (multiplier effect) keberadaan kawasan industri ini terhadap perekonomian lokal. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, aktivitas proyek telah menggerakkan berbagai sektor usaha rakyat, mulai dari transportasi logistik/truk, kuliner, pariwisata, perhotelan, hingga penyerap tenaga kerja lokal.

Oleh karena itu, semua pihak diimbau untuk tidak membuat kegaduhan yang dapat merugikan daerah maupun reputasi investasi Indonesia di mata dunia.

Seluruh pihak yang hadir berkomitmen menangani potensi gangguan operasional maupun akses logistik vital secara tegas, proporsional, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku demi melindungi aset strategis negara.

Sebagai bagian dari agenda hilirisasi mineral nasional, IGP Pomalaa dikembangkan untuk memperkuat nilai tambah nikel Indonesia sekaligus memasok kebutuhan bahan baku baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) dunia.

Di kawasan ini, PT Vale bekerja sama dengan mitra global membangun perusahaan patungan PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI) guna mengoperasikan fasilitas pabrik pengolahan High Pressure Acid Leach(HPAL) di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP).

Fasilitas HPAL tersebut dirancang untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) dengan estimasi kapasitas produksi tahunan mencapai 120.000 ton nikel dan 15.000 ton kobalt.

Manajemen PT Vale menyambut baik sinergi dan dukungan penuh dari MIND ID serta jajaran Forkopimda.

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale, Budiawansyah, menegaskan bahwa keberhasilan IGP Pomalaa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik proyek, tetapi juga dari kepatuhan terhadap regulasi, perlindungan lingkungan, dan manfaat jangka panjang bagi daerah.

“Kami percaya, hilirisasi yang kuat harus berjalan bersama tata kelola yang baik, dialog yang terbuka, serta perlindungan terhadap lingkungan dan hak masyarakat,” ungkap Budiawansyah.

Senada dengan itu, Chief Project Officer PT Vale, Muhammad Asril, menyatakan bahwa proyek HPAL Pomalaa terus dikerjakan dengan standar keselamatan kerja dan kualitas tinggi melalui kolaborasi bersama KNI, IPIP, Huayou, Ford, serta pemerintah.

Dengan solidnya dukungan MIND ID, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah, IGP Pomalaa diharapkan mampu menjadi percontohan (benchmark) hilirisasi nikel nasional yang tidak hanya kompetitif secara global, tetapi juga inklusif dan tumbuh bersama masyarakat lokal.

Editor : Agus Setiawan

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA